Program Sarjana (S1)

Pada Tahun Akademik 2017/2018, penerimaan mahasiswa baru Program Sarjana (S1) Teknik Fisika mengacu pada Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) Nomor 2 Tahun 2015 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi Negeri, sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 45 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 2 Tahun 2015 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana Pada Perguruan Tinggi Negeri.

Berdasarkan Peraturan Menteri tersebut ditetapkan bahwa pola penerimaan mahasiswa baru Program Sarjana (S1) Teknik Fisika dilakukan melalui tiga pola, yaitu:

  1. Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)
  2. Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan
  3. Seleksi Mandiri Program Kemitraan dan Mandiri (PKM)

Untuk memperoleh gambaran mengenai penyelenggaraan SNMPTN secara umum, silahkan mengunjungi laman resmi SNMPTN 2017 (http://snmptn.ac.id) sedangkan untuk memperoleh informasi mengenai penyelenggaraan SBMPTN 2017, silakan mengunjungi laman resmi SBMPTN 2017 (http://sbmptn.ac.id).

Daya tampung mahasiswa baru Program Sarjana (S1) Teknik Fisika yang diterima melalui SNMPTN paling sedikit 30% (empat puluh persen), melalui SBMPTN paling sedikit 40% (tiga puluh persen), dan melalui seleksi mandiri paling banyak 30% (tiga puluh persen) sesuai dengan Permenristekdikti.

Program Pascasarjana (S2 & S3)

Penerimaan mahasiswa baru untuk program pascasarjana dilakukan melalui direktorat akademik ITS. Prodi S2 dan S3 Teknik Fisika menerima mahasiswa baru pada semester gasal dan genap dengan dua bidang keahlian yaitu Rekayasa Instrumentasi Industri dan Rekayasa Energi Terbarukan. Informasi mengenai persyaratan dan tata cara pendaftaran dapat diperoleh pada tautan program pascasarjana ITS (http://pasca.its.ac.id).