Bab 3 – Berkembang di FTI
 /  Bab 3 – Berkembang di FTI

“Teknik Fisika adalah ilmu teknik berbasis fisika yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan di industri”

Bapak Soewarso

Keberadaan Teknik Fisika didalam naungan Fakultas Teknologi Industri ITS membutuhkan suatu perjuangan yang tidak mudah. Pada tahun 1983, ITS melakukan perubahan struktur organisasi, beberapa fakultas dilebur menjadi satu fakultas sehingga yang semula berstatus fakultas menjadi sebuah jurusan seperti misalnya Fakultas Teknik Elektro menjadi Jurusan Teknik Elektro yang bernaung di Fakultas Teknologi Industri. Yang terjadi di FIPIA ITS justru sebaliknya, yang semula terdiri dari Bagian Fisika, Matematika dan Fisika Teknik menjadi Jurusan Fisika, Matematika dan Fisika Teknik. Jurusan Fisika Teknik mengembangkan 4 bidang studi yaitu: (1) Bidang Studi Instrumentasi, (2) Bidang Studi Energi, (3) Bidang Studi Akustik dan (4) Bidang Studi Bahan. Pada waktu itu yang ditunjuk sebagai Ketua Jurusan Fisika Teknik adalah bapak Agung Budiono. Kondisi ini berbeda dengan Jurusan Fisika Teknik ITB, dengan struktur yang baru Jurusan Fisika Teknik bergabung di Fakultas Teknik dan berubah nama menjadi Jurusan Teknik Fisika yang bernaung di Fakultas Teknologi Industri.

Perubahan struktur organisasi di semua perguruan tinggi terjadi karena adanya ketetapan dari Dirjen DIKTI tentang  konsorsium sains dan teknologi. Mengacu pada konsorsium sains dan teknologi dimana Fisika Teknik berada dalam konsorsium teknologi maka mulailah ada keinginan diantara dosen Jurusan Fisika Teknik. Maka terbentuklah relawan yang siap bergerilya memperjuangkan masuknya Jurusan Fisika Teknik ke FTI. Relawan tersebut adalah Bapak Soewarso, Bapak Abu Hasan (Alm), Bapak Edigom Aritonang OS, Bapak Heru Setijono, Ibu Apriani Kusumawardhani, dan Bapak Yaumar. Dengan penuh semangat relawan ini beberapa kali mengadakan pertemuan di luar kampus dan di luar jam kerja yaitu pada malam hari atau hari minggu pagi.

Hasil diskusi tim pada rapat yang pertama adalah kebulatan tekad berjuang      untuk berpindah dari FIPIA ke FTI seperti yang telah dilakukan oleh rekan rekan di ITB. Untuk itu dilakukan pembagian tugas antara lain mencari informasi ke ITB, memperjuangkan ke Rektorat dan mencari dukungan Jurusan lain yang akan bernaung di FTI. Dalam masa perjuangannya tim ini mendapat dukungan, arahan dan restu dari Bapak Mahmud Zaki, M.Sc yang saat itu menjabat Rektor ITS. Upaya masuknya Jurusan Fisika Teknik ke FTI juga mendapat dukungan serta motivasi dari Bapak Syariffuddin Mahmudsyah, yang kemudian menjadi Kajur Teknik Elektro. Proses yang berliku liku telah dilalui oleh Tim yang pada akhirnya dihadapkan pada penetapan dosen yang akan ikut serta pindah Fakultas. Peristiwa yang paling menegangkan adalah ketika semua dosen Fisika dan Fisika Teknik dikumpulkan untuk memilih Jurusan yang diikuti dengan menulis pada kertas yang diedarkan berkeliling sehingga semua orang bisa membaca pilihan masing masing. Ada peristiwa yang menarik dalam rapat tersebut adalah bagaimana menentukan status 2 orang dosen yang sedang studi S3 diluar negeri yaitu Bapak Eddy Yahya dan Bapak Sekartedjo. Akhirnya dalam rapat ditetapkan Bapak Sekartedjo bersama 12 dosen yang lain bergabung untuk berpindah Fakultas.

Dengan Rachmad Tuhan Yang Maha Esa Jurusan Fisika Teknik ditetapkan dalam SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No 0144/O/1983.dengan nama Jurusan Teknik Fisika bernaung di Fakultas Teknologi Industri ITS. Jurusan ini mengembangkan 4 bidang studi yaitu Bidang Studi Instrumentasi, Energi, Akustik dan Bahan. Selama menunggu turunnya SK Menteri tentang penetapan maka dalam masa peralihan ini diterbitkan SK Rektor ITS No 5068 a/PT12.2/C/83 pada tanggal 9 Nopember 1983 mengangkat Ketua Jurusan Sementara dan Sekretaris Jurusan Sementara yaitu Bapak Agung Budiono dan Bapak Heru Setijono. Selama masa peralihan ini perkuliahan masih diselenggarakan di kampus Cokroaminoto. Pada tanggal 26 Juni 1984 terbitlah SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No 64521/O/KI.2/84 mengangkat Kajur dan Sekjur Teknik Fisika Bapak Edigom Aritonang OS, dan Bapak Heru  Setijono. Bersama dengan 12 orang tenaga edukatif Kajur dan Sekjur menyelenggarakan pendidikan Teknik Fisika  FTI ITS dikampus Sukolilo.

Proses perpindahan jurusan ini bersamaan dengan penututupan Lembaga Tingkat Satu Bersama (TSB) maka Jurusan Teknik Fisika langsung mendapat limpahan ruang kantor, ruang dosen, ruang kuliah dan laboratorium yang semula ditempati TSB. Selain fasilitas ruang, Teknik Fisika mendapat limpahan segudang alat tulis kantor dan beberapa orang karyawan sehingga sangat membantu proses belajar mengajar disaat awal perpindahan. Demikian juga peralatan laboratorium, Teknik Fisika mendapat bagian dari FIPIA yang kemudian berubah nama menjadi FMIPA berupa peralatan laboratoroum sehingga praktikum bisa tetap dilaksanakan. Karyawan juga ada yang ikut serta bersama pindah 3 orang yaitu Bapak Ali Taufik, Bapak Ramu                 Surahman dan Bapak Harijanto. 

Pemilihan dan pelimpahan tidak berlaku untuk mahasiswa, seluruh mahasiswa yang berstatus mahasiswa Jurusan Fisika Teknik ikut pindah ke Teknik Fisika FTI ITS dari kampus Cokroaminoto ke kampus ITS Sukolilo. Kenangan yang sangat indah adalah keterlibatan mahasiswa dalam proses pemindahan peralatan laboratorium. Keterbatasan dana tidak menyurutkan semangat pindah. Atas kesediaan sebagian besar mahasiswa yang memiliki sepeda motor maka pemindahan peralatan laboratorium dilaksanakan dengan lancar yaitu dibawa dengan menaiki motor berboncengan dengan temannya.

Dapat dibayangkan saat itu bahwa penyelenggaraan pendidikan harus terlaksana dengan baik dengan kondisi dana yang terbatas, jumlah dosen hanya 12 orang, beban SKS mahasiswa 160 SKS bukanlah suatu hal yang menyenangkan. Namun semangat dan kerjasama yang baik antara pimpinan, dosen, karyawan dan mahasiswa untuk membesarkan Jurusan Teknik Fisika agar supaya sejajar dengan jurusan lain  di FTI ITS menyebabkan semua jerih payah dapat terlewati dengan menggembirakan.

Selama kurun waktu dari tahun 1983 hingga sekarang, jurusan dipimpin oleh ketua jurusan yaitu:

  1. Ir. Agung Budiono, M.Eng. (1983 – 1984)
  2. Ir. Edigom Aritonang OS, M.Sc (1984 – 1987, 1987 – 1990)
  3. Prof. Dr. Ir. Sekartedjo, MSc (1990 – 1993)
  4. Ir. M. Ilyas HS (1993 – 1996, 1996 – 1999)
  5. Ir. Ya’umar MT. (1999 – 2003)
  6. Dr. Bambang Lelono, ST. MT. (2007 – 2011)
  7. Dr. Ir. Totok Soehartanto, DEA (2003 – 2007, 2011 – 2015)

Dalam perjalanan 1983 hingga 2015 ini, kegiatan perkuliahan dilaksanakan di: (i) Gedung T dan F (1983 – 1997), (ii) dan Gedung C dan P (1997 – sekarang). Pada tahun 1983, kurikulum perguruan tinggi menggunakan sistem SKS, dimana untuk menyelesaian program sarjana S1 dibutuhkan 160 SKS yang ditempuh selama 10 semester.  Jumlah SKS dan lama studi untuk menyelesaikan program S1 ini pada perjalanannya disesuaikan. Dari 10 semester menjadi 9 semester dan saat ini digunakan rancangan 8 semester untuk menyelesaikan program S1. Demikian pula gelar lulusan Teknik Fisika ini pada awalnya adalah insinyur (Ir.) dan mulai tahun 1993 digunakan gelar sarjana teknik (ST).


Di Usia 50 Tahun

Jurusan Teknik Fisika FTI-ITS memiliki visi yaitu sebagai jurusan dengan reputasi internasional dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis ilmu teknik fisika. Sedangkan misi jurusan ini adalah:

  • Menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas di bidang ilmu Teknik Fisika untuk menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di pasar global.
  • Menyelenggarakan penelitian di bidang ilmu Teknik Fisika yang bermanfaat bagi kemaslahatan manusia.
  • Menyelenggarakan pelayanan terhadap masyarakat untuk mendukung program pengembangan teknologi yang berbasis bidang ilmu Teknik Fisika.
  • Mengembangkan jejaring untuk meningkatkan kualitas keprofesian Teknik Fisika.
  • Menumbuhkan dan menjunjung  tinggi moral akademik dan etika profesi Teknik Fisika.
  • Melaksanakan pengelolaan kegiatan tri dharma di jurusan dengan prinsip ekonomis dan akuntabilitas.

Pada tahun 2015 ini, Jurusan Teknik Fisika ITS telah memiliki 4 buah program studi, yaitu: (1) Program Studi D3 Metrologi dan Instrumentasi, (2) Program Studi S1 Teknik Fisika (Regular dan Lintas Jalur, (3) Program Studi S2 Teknik Fisika, dan (4) Program Studi S3 Teknik Fisika (sedang dalam finalisasi ketetapan dari pemerintah). Program Studi D3 Metrologi dan Instrumentasi telah memperoleh Akreditasi B sejak tahun 2013 (BAP-PT No.167/SK/BAN-PT/Ak-XIII/Dpl-III/VIII/2013). Program Studi S1 Teknik Fisika telah memperoleh Akreditasi A (Sangat Baik) sejak 2006 dan memperoleh nilai yang sama (A) ditahun 2012 dengan nomor 044/BAN-PT/Ak-XV/S1/XII/2012 dan berlaku sampai tahun 2017. Sedangkan Program Studi S2 Teknik Fisika telah memperoleh Akreditasi A (Sangat Baik) sejak 2013 (012/SK/BAN-PT/Ak-X/M/I/2013). Berikut profil ringkas dari program studi tersebut:

  1. Program Studi D3 Metrologi dan Instrumentasi

Program studi ini merupakan pengembangan Program Studi D3 Teknik Instrumentasi yang telah berdiri sejak 1995. Program Studi D3 Metrologi dan Instrumentasi dirancang untuk menghasilkan lulusan sebagai tenaga ahli madya di bidang metrologi dan instrumentasi dalam segala aspeknya. Salah satu tantangan nyata dalam dunia pendidikan di Indonesia adalah penyediaan tenaga terdidik professional setingkat D3 yang sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan berbagai macam industri. Dalam hal metrologi, Indonesia membutuhkan tenaga ahli di bidang tera untuk alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP) penting digunakan dalam transaksi perdagangan. Tercatat kebutuhan tenaga tera untuk Kabupaten dan Kota di Indonesia berjumlah 4716 orang dalam menangani system UTTP yang digunakan dalam transaksi jual-beli. Lulusan program ini juga sangat dibutuhkan di bidang instrumentasi industri. Profil lulusan ini diharapakan mampu melakukan  pekerjaan  metrologi legal dan teknis serta melakukan pemilihan, pengoperasian dan perawatan  sistem instrumen dengan metode yang baku dan yang belum, untuk kegiatan monitoring, pengendalian dan  keselamatan  sistem, terkait bidang industri, energi, lingkungan dan kelautan.

  1. Program Studi S1 Teknik Fisika

Program studi ini diharapkan dapat menghasilkan profil lulusan yang mampu menganalisis permasalahan teknik berbasis ilmu teknik fisika (instrumentasi, akustik & fisika bangunan, energi & pengkondisian lingkungan, bahan, dan fotonika) dan mampu berperan aktif dalam menyelesaikan permasalahan di industri.  Program studi ini memiliki 5 buah kelompok bidang minat (KBM), yaitu: (i) KBM Rekayasa    Instrumentasi, (ii) KBM Rekayasa Akustik dan Fisika Bangunan, (iii) KBM Rekayasa Energi dan Pengkondisian Lingkungan, (iv) KBM Rekayasa Bahan, dan (v) KBM Rekayasa Fotonika.

Bidang minat Rekayasa Instrumentasi adalah bidang minat yang berhubungan dengan perancangan, manufacturing dan pendayagunaan instrumen fisik atau sistem instrumentasi untuk kegiatan deteksi, observasi, pengukuran, kontrol automatik, komputasi dan simulasi, komunikasi atau sistem akusisi data pada eksperimen dan pengujian serta pengendalian data proses industri. Bidang Minat Rekayasa Akustik dan Fisika Bangunan adalah bidang minat yang berhubungan dengan konsep dan karakteristik  dari getaran, akustik, pencahayaan dan diaplikasikan untuk mendapatkan kondisi yang nyaman dengan memenuhi persyaratan teknis di dalam maupun diluar ruangan. Bidang minat Rekayasa Energi dan Pengkondisian Lingkungan memiliki karakteristik dalam mengembangkan disiplin ilmu Rekayasa Termal dan Energi serta aplikasinya terhadap lingkungan dengan spesifikasi penelitian dan penerapan IPTEK variabel besaran fisis termal seperti temperatur, tekanan, aliran fluida , dan sebagainya, agar diperoleh kondisi lingkungan nyaman yang selanjutnya akan mampu meningkatkan kinerja sistem. Bidang Minat Rekayasa Bahan adalah bidang minat yang berhubungan dengan rancang bangun dan analisis kinerja bahan. Bidang minat ini sangat bergantung pada perkembangan pengetahuan dan terapan bahan di satu sisi dan terapan bahan sesuai sifat serta pemakaiannya di sisi lain. Bidang minat Rekayas Fotonika mengkaji hakekat fungsi dan peranan optika/ optoelektronika/ fotonika dalam perkembangan ilmu dan teknologi.

  1. Program Studi S2 Teknik Fisika

Program Magister (S2) Teknik Fisika ITS didirikan pada tahun 2009. Program ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli Teknik Fisika dengan kualifikasi magister yang dibutuhkan di industri dan masyarakat. Tujuan penyelenggaraan Program Magister Teknik Fisika adalah untuk menghasilkan tenaga magister teknik yang memiliki penguasaan bidang sains dan teknologi yang kuat dan mendalam, mampu menganalisis dan memecahkan berbagai masalah engineering sciences secara komprehensif serta mampu menyajikan inovasi-inovasi baru yang orisinil dalam sains dan teknologi. Program Magister Teknik Fisika ITS diperuntukkan bagi lulusan program sarjana dalam bidang teknik dan sains yang memiliki muatan fisika dan matematika yang memadahi. Program Magister Teknik Fisika ITS memiliki konsentrasi dalam bidang: (i) Alur Tema Teknologi Instrumentasi Industri (Industrial Instrumentation), (ii) Alur Tema Teknologi Pelayanan Kesehatan (Clinical Engineering), (iii) Alur Tema Konservasi Energi dan Energi Terbarukan (Energy Conservation and Renewable Energy).

  1. Program Studi S3 Teknik Fisika

Program studi ini dirancang untuk menghasilkan lulusan dengan profil yang memiliki penguasaan komprehensif dan mendalam terhadap bidang Teknik Fisika yang meliputi kaidah-kaidah sains fisika, matematika, yang terintegrasi dengan pemahaman yang kuat atas konsep-konsep dasar rekayasa (engineering). Progam ini membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk melakukan identifikasi, formulasi, analisis, sintesis, dan evaluasi terhadap masalah rekayasa yang dihadapi, serta menyajikan suatu suatu solusi melalui  pendekatan keilmuan Teknik Fisika yang berciri inovatif dan integralistik. Program ini juga menyiapkan peserta didik yang memiliki kemampuan untuk melakukan penelitian dan pengembangan secara mandiri untuk mendapatkan inovasi baru pada bidang Teknik Fisika.

Pada saat ini, Jurusan Teknik Fisika didukung oleh 41 orang dosen dengan 15 orang berpendidikan doktoral, dan 6 orang sedang tugas belajar program S3. Berikut ini adalah daftar dosen (aktif dan tugas belajar) dan keterangan bidang minatnya:

  1. Prof. Dr. Ir. Sekartedjo, MSc (Rekayasa Fotonika)
  2. Ir. Apriani Kusumawardhani, MSc (Rekayasa Fotonika)
  3. Dr. Ir. Ali Musyafa’, MSc (Rekayasa Instrumentasi)
  4. Ir. Zulkifli, MSc (Rekayasa Bahan)
  5. Ir. Tutug Dhanardono, MT (Rekayasa Akustik dan Fisika Bangunan)
  6. Ir. Sarwono, MM (Rekayasa Energi dan Pengkondisian Lingkungan)
  7. Ir. Ronny Dwi Noriyati, M.Kes (Rekayasa Instrumentasi)
  8. Ir. Ya’umar, MT (Rekayasa Instrumentasi)
  9. Ir. Jerri Susatio, MT (Rekayasa Akustik dan Fisika Bangunan)
  10. Dr. Ir. Totok Soehartanto, DEA (Rekayasa Instrumentasi)
  11. Dr. Ir. Syamsul Arifin, MT (Rekayasa Instrumentasi)
  12. Ir. Heri Joestiono, MT (Rekayasa Akustik dan Fisika Bangunan)
  13. Ir. Wiratno Argo Asmoro, MSc (Rekayasa Akustik dan Fisika Bangunan)
  14. Dr. Ir. Aulia Siti Aisjah,  MT (Rekayasa Instrumentasi)
  15. Ir. Harsono Hadi, MT, Ph.D (Rekayasa Energi dan Pengkondisian Lingkungan)
  16. Hendra Cordova, ST, MT (Rekayasa Instrumentasi)
  17. Totok Ruki Biyanto,ST, MT, PhD (Rekayasa Instrumentasi)
  18. Dr.Bambang L. Widjiantoro, ST, MT (Rekayasa Instrumentasi)
  19. Imam Abadi, ST, MT (Rekayasa Instrumentasi)
  20. Lizda Johar Mawarani, ST, MT (Rekayasa Bahan)
  21. Ir. Matradji, M.Sc (Rekayasa Energi dan Pengkondisian Lingkungan)
  22. Ir. Roekmono, MT (Rekayasa Energi dan Pengkondisian Lingkungan)
  23. Dr. Dhany Arifianto ST, M.Eng (Rekayasa Akustik dan Fisika Bangunan)
  24. Dr. Ir.Purwadi Agus Darwito, MSc (Rekayasa Instrumentasi)
  25. Katherine Indriawati, ST, MT (Rekayasa Instrumentasi)
  26. Dyah Sawitri, ST, MT (Rekayasa Bahan)
  27. Suyanto, ST, MT. (Rekayasa Instrumentasi)
  28. Dr.ing. Doty Dewi Risanti, ST, MT (Rekayasa Bahan)
  29. Gunawan Nugroho, ST, MT, PhD (Rekayasa Energi dan Pengkondisian Lingkungan)
  30. Dr.rer.nat.Ir. Aulia M. T. Nasution MSc (Rekayasa Fotonika)
  31. Agus Muhamad Hatta, ST, MSi, Ph.D (Rekayasa Fotonika)
  32. Andi Rahmadiansah, ST, MT
  33. Dr.Ridho Hantoro, ST, MT (Rekayasa Energi dan Pengkondisian Lingkungan)
  34. Fitri Adi Iskandarianto, ST, MT (Rekayasa Instrumentasi)
  35. Detak Yan Pratama ST MSc (Rekayasa Bahan)
  36. M Rodlin Billah ST. MSc (Rekayasa Fotonika)
  37. Ruri Agung Wahyuono ST MT (Rekayasa Bahan)
  38. Irwansyah, ST MT (Rekayasa Akustik dan Fisika Bangunan)
  39. Nur Laila Hamidah, ST MSc (Rekayasa Energi dan Pengkondisian Lingkungan)
  40. Bagus Tris Atmaja, ST, MSc (Rekayasa Akustik dan Fisika Bangunan)
  41. Arief Abdurrakhman ST MT (Rekayasa Instrumentasi)

Kemahasiswaan

Mahasiswa Teknik Fisika dapat dikatakan sangat aktif mewarnai dinamika kemahasiswaan di ITS. Sebut saja dalam masa di FIPIA, aktivis Dewan Mahasiswa banyak yang berasal dari mahasiswa Teknik Fisika. Demikian pula dalam masa di FTI, beberapa mahasiswa menduduki posisi prestisius sebagai Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), antara lain Mudakkir Udin (F29), Detak Yan Pratama (F37), Zaid Marhi Nugraha (F44). Mahasiswa Teknik Fisika juga sangat aktif berperan di organisasi kemahasiswaan lainnya.

Himpunan Mahasiswa Teknik Fisika (HMTF) adalah organisasi penting sebagai kawah candradimuka mahasiswa untuk pengembangan diri atau soft skills. Pengurus HMTF ini bergantian dan bergilir dari satu angkatan ke angkatan lainnya. Sebagai wadah kreativitas mahasiswa, HMTF melahirkan berbagai program menarik. Pada era 1990-an, HMTF pernah memiliki sebuah kantor himpunan yang didirikan secara swadaya, yaitu T100. Kantor T100 tersebut memiliki fasilitas yang “wah” pada jaman tersebut. Mahasiswa pada jaman tersebut pasti mengenal radio mahasiswa TFFM. Jauh sebelum era media sosial, mahasiswa TF punya cara sendiri untuk bersosialisasi. HMTF saat ini memiliki kegiatan EPW (Engineering Physics Week) yang merupakan acara tahunan untuk promosi jurusan Teknik Fisika di kalangan siswa SMU. Dalam EPW ini diadakan lomba tingkat nasional yang melibatkan ribuan siswa SMU. Melalui HMTF, mahasiswa mengasah diri untuk persiapan mereka sebagai calon-calon pemimpin di Industri atau dalam masyarakat.

Mahasiswa Teknik Fisika memiliki ciri “frontier” dan “juara” dalam pengembangan di ITS. Sebagai contoh, proyek mobil surya Widya Wahana (WW) yang dikembangkan oleh mahasiswa ITS pada era 1990-an dipimpin oleh para mahasiswa Teknik Fisika antara lain Stefan Sapto Handoyo (F23). Proyek WW ini adalah embrio pengembangan mobil surya dan mobil listrik yang sekarang dikelola oleh Molina (Mobil Listrik Nasional) ITS. Baru-baru ini, mahasiswa Teknik Fisika mendirikan organisasi profesi dalam payung organisasi internasional, yaitu The Optical Society (OSA) Student Chapter dan  The Society of Photo Instrumentation Engineer (SPIE) Student Chapter. Dua buah organisasi student chapter ini adalah pertama kali didirikan di Indonesia. Melalui program kreativitas mahasiswa (PKM) yang dikelola oleh DIKTI, mahasiswa Teknik Fisika dikenal sangat aktif dan prestatif. Tingkat partisipasi mahasiswa Teknik Fisika selalui berada di rangking atas. Dalam Pekan Ilmiah Mahasiwa Nasional (PIMNAS) yang diselenggarakan di Universitas Halu Oleo – Kendari, tahun ini, tercatat 7 dari 36 tim berasal dari mahasiswa Teknik Fisika.

Kaderisasi mahasiswa baik di tingat ITS maupun di tingkat jurusan sangatlah khas. Pengkaderan mahasiswa baru merupakan ajang pengenalan sistem perkuliahan dan lingkungan kampus. Namun, perlu dipahami bahwa hakekat pengkaderan mahasiswa ini berlangsung hingga lulus kuliah. ITS memiliki slogan ITS CAK! CAK adalah kepanjangan dari Cerdas Amanah Kreatif. Sebelumnya, pernah juga digunakan slogan ITS CUK!, yang kepanjangan dari “Cerdas Ulet Kreatif”. Kerjasama dan interdependensi antara mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, dan dosen pembina kemahasiswaan memegang peranan penting dalam hal pengembangan softskill mahasiswa. Di Jurusan Teknik Fisika, dunia kemahasiswaan sangatlah dinamis. Civitas akademika termasuk alumni dengan semangat kekeluargaan sangat mendukung pembinaan dan pengembangan kemahasiswaan. Dan civitas akademika di Jurusan Teknik Fisika ITS memiliki slogan: Vivat TF, Vivat Solidarity! Together Forever!


Perkembangan dan Tantangan

Pendidikan Teknik Fisika merupakan salah satu pendidikan keteknikan yang membekali peserta didiknya dengan dasar yang kuat dan luas dalam penguasaan sains dasar (fisika dan matematika), sekaligus penguasaan atas dasar-dasar engineering yang sesuai dengan perkembangan terkini.

Berbekal kemampuan ini diharapkan lulusan dari  hasil proses pendidikan Teknik Fisika dapat berpikir dan bertindak secara fundamental-integral, dalam artian pola pikir dan pandang yang berpijak kepada prinsip-prinsip dasar sains dalam menyelesaikan permasalahan keteknikan yang dihadapi, serta mampu berperan untuk menjembatani gap antara kajian sains dan keteknikan. Ciri khas inilah yang hanya dimiliki oleh pendidikan Teknik Fisika. Dengan karakteristik ini, diharapkan para alumninya juga dapat berperan untuk meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan penelitian dan pengembangan (R&D) serta  pemanfaatannya secara cepat di sektor-sektor industri dan dunia usaha.

Di Indonesia, pendidikan Teknik Fisika diselenggarakan oleh beberapa perguruan tinggi yaitu: Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Nasional (UNAS), Telkom University (TU), Universitas Gajah Mada (UGM), dan Universitas Surya (US). Penekanan bidang minat pada perguruan tinggi ini relatif berbeda-beda. Hal ini bergantung pada visi perguruan tinggi, SDM dosen, dan profil alumninya. Misalnya, ITB, ITS, dan UNAS lebih banyak mengembangkan bidang instrumentasi; UGM dan US lebih mengembangkan sistem energi, dan UT menekankan pada bidang instrumentasi telekomunikasi. Namun pada saat ini, Teknik Fisika ITS juga memiliki pengembangan yang baik dalam bidang keilmuan lainnya, yaitu: rekayasa fotonika, rekayasa akustik, rekayasa bahan, dan rekayasa energi. Indikatornya adalah peningkatan produktivitas penelitian yang dilakukan dosen dan mahasiswa  pada bidang tersebut.

Pendidikan Teknik Fisika juga diselenggarakan di beberapa perguruan tinggi di negara manca, antara lain di: Michigan Technological University (MTU), Cornell University (CU), University of Virginia (UV), Queen’s University (QU), dan Cranfield University. Peminatan riset dari perguruan tinggi tersebut juga berbeda-beda. MTU mengembangkan beberapa bidang seperti pemodelan kuantum material skala nano, komputasi zat padat, dan sensor bio/kimia. CU mengembangkan nanosains, fotonika, biofisika, material baru unggul, serta instrumentasi lanjut. Sedangkan QU mengembangkan nanofotonika, teknologi informasi kuantum, dan fisika radiasi.

ITS telah menetapkan diri untuk menjadi universitas yang unggul dan sejajar dengan perguruan tinggi lain di Asia, bahkan di dunia. Tiga sasaran utama pada Renstra ITS tahun 2008 – 2017, yaitu: International recognition, National contribution dan Transformation. Tiga bidang unggulan yaitu: permukiman, kelautan, dan energi baru dan terbarukan, yang akan dijadikan sebagai lokomotif dalam kerangka mencapai sasaran International Recognition.

Berkaitan dengan hal diatas, Jurusan Teknik Fisika telah mengembangkan berbagai program dan kerjasama. Berbagai kerjasama dalam bentuk penelitian, pertukaran dosen/mahasiswa, dan penyelenggaraan aktivitas telah dilakukan dengan universitas di luar negeri antara lain: University of Oldenburg Jerman, Kumamoto University Jepang, University of Malaya Malaysia, dan sebagainya. Jurusan Teknik Fisika juga telah menyelenggarakan pertemuan ilmiah tingkat internasional seperti  Workshop  and Annual Meeting on Developing Sustainability yang diselenggarakan pada 10-12 September 2013. Workshop ini membahas tentang aspek energi terbarukan dan dihadiri oleh 5 negara yaitu Indonesia, Jerman, Kuba, Meksiko, dan Afrika Selatan. Pada Oktober 2014, Jurusan Teknik Fisika mengadakan International Seminar on Photonics Optics and Its Applications (ISPhOA) 2014 di Bali. Seminar ini membahas tentang sains dan teknologi optik/fotonik yang dihadiri oleh 130 peserta dari berbagai negara. Dan pada tahun 2016 yang akan datang, akan diselenggarakan kembali ISPhOA 2016.

Dalam hal penelitian, Jurusan Teknik Fisika memiliki kontribusi yang cukup baik di kalangan ITS maupun nasional. Bahkan beberapa dosen di Teknik Fisika ini memiliki h-indek > 5 yaitu: Bapak Agus Muhamad Hatta (F32), Bapak Dhany Arifianto (F27), dan Ibu Doty Dewi Risanti (F27). H-indek adalah suatu indikator yang menyatakan jumlah publikasi dan jumlah sitasi yang diperoleh dari seorang peneliti.

Pengembangan suatu insitusi pendidikan perlu memperhatikan tri-dharma perguruan tinggi. Jurusan Teknik Fisika dalam tantangan globalisasi sangat perlu berbenah diri. Pertama, jurusan ini perlu berfokus pada pengembangan proses pembelajaran mahasiswa yang baik. Pembelajaran yang baik adalah bagaimana suatu proses yang menyebabkan peserta didik mampu berpikir kritis dan dapat menikmati ilmu baru. Pembelajaran ini juga menyiapkan peserta didik sebagai warga dunia yang bertanggung jawab. Kedua, jurusan Teknik Fisika perlu  melakukan dan menghasilkan penelitian original dan berkualitas. Dosen dan mahasiswa dituntut berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam hal ini fasilitas laboratorium sangat perlu untuk dilengkapi dan jejaring kerjasama penelitian perlu ditingkatkan lagi. Ketiga, kontribusi positif pada masyarakat industri perlu ditingkatkan. Program pengabdian masyrakat diharapkan bermanfaat dan menjawab kebutuhan masyarakat industri dan umum. Keempat, tata pamong dan manajemen jurusan perlu menjamin pelayanan yang baik dan profesional untuk melayani mahasiswa dan staf-nya. Dalam rangka itu semua diperlukan sinergi yang baik antara dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, beserta dukungan pemerintah dan masyarakat industri.

Pada bagian berikut, kami sampaikan profil dari beberapa Bapak dosen Teknik Fisika baik yang purna tugas maupun yang pernah menjabat sebagai ketua jurusan, dengan susunan sebagai berikut:

  1. Bapak Agung Budiono
  2. Bapak Heru Setijono
  3. Bapak Sekartedjo
  4. Bapak Ya’umar
  5. Bapak Totok Soehartanto

Kegiatan Terdekat


ALAMAT

Gedung E
Jurusan Teknik Fisika
Fakultas Teknologi Industri (FTI)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Surabaya 60111
Jawa Timur
Indonesia