Bab 2 – Lahir dan Tumbuh di FIPIA
 /  Bab 2 – Lahir dan Tumbuh di FIPIA

“Rektor ITS, Pak Marseno, mencetuskan ide untuk mendirikan FIPIA di ITS. Kemudian dibentuklah panitia inti, dengan saya sebagai ketua. Usulan ini dikirim ke Jakarta, dan ITS pun mendapat persetujuan dengan persyaratan tidak adanya anggaran tambahan. ”

Bapak Mahmud Zaki

Kekurangan akan tenaga ahli dalam bidang Fisika (ilmu alam) dan Matematik (ilmu pasti) sangat terasa sekali di Indonesia pada waktu tersebut. Pada saat itu hanyalah Institut Teknologi Bandung dan Universitas Gadjah Mada yang telah menghasilkan sarjana Fisika dan sarjana Matematika, itupun dalam jumlah yang sangat sedikit. Dan dapat dimengerti bahwa kemajuan industri tidak akan tercapai tanpa kemajuan ilmu pengetahuan/sains. Berdasarkan hal tersebut  adalah suatu keharusan untuk memperbanyak jumlah fakultas ilmu pasti dan ilmu alam (FIPIA) ini di Indonesia. Untuk itu ITS memandang perlu fakultas ini dengan alasan bahwa sebagai insitut teknologi dimana sains adalah landasannya dan keberadaan fakultas ini di wilayah Jawa Timur belum ada.

Rektor ITS, Pak Marseno, dengan surat keputusan No. 2074/Um.2/ITS/65 tanggal 16 Juli 1965 membentuk panitia persiapan FIPIA dengan  susunan: Bapak Mahmud Zaki (Ketua), Bapak Soerjanto (Sekretaris), dan sebagai anggotanya adalah: Bapak Soegimin, Bapak Abu Hasan, Bapak Oei Hwie Khing, dan Bapak Adil Rambang, dengan tugas meninjau kemungkinan dan mempersiapkan pendirian FIPIA.

Hasil kerja panitia ini adalah antara lain: ITS pada waktu tersebut mempunyai jumlah ruang kuliah yang terbatas, dan dapat disiasati dengan menambah jadwal perkuliahan sore hingga malam dari pukul 15.00 s/d 21.30. Dan diupayakan mencari tambahan ruang kuliah baru disamping memperbaiki tempat kuliah yang telah ada. Telah tersedia 7 orang dosen tetap dan 5 orang dosen tidak tetap, dan penambahan jumlah dosen dapat dilakukan di masa mendatang.

Fakultas ini ditetapkan dengan surat keputusan menteri  PTIP No. 172 tanggal 21 Agustus 1965 tentang pendirian Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam ITS.  Dengan staf pimpinan FIPIA pada saat didirikan adalah: Bapak Mahmud Zaki (Dekan),  Soerjanto (Pembantu Dekan), Bapak Soegimin (Ketua Bagian Fisika), Bapak Oei Hwie  Khing (Ketua Bagian Matematika). Berikut ini adalah susunan dosen dan asisten pada tahun 1968:

Dosen tetap:  

Mahmud Zaki M.Sc (Magister Fisika Terapan)

Drs. Soegimin (Sarjana Fisika Experimental)

Ir. Abu Hasan (Sarjana Fisika Teknik)

Drs. Ali Imron (Sarjana Fisika Experimental)

Ir. Soewarso (Sarjana Fisika Teknik)

Dosen luar biasa: 

Drs. Abd. Basir (Sarjana Fisika Experimental)

Ir. Wijono Hadikoesoemo (Sarjana Fisika Teknik)

Ir. Djati Nursuhud (Sarjana Teknik Mesin)

Ir. Moedjiati (Sarjana Teknik Kimia)

Ir. Joedjono (Sarjana Teknik Kimia)

Assisten tetap:

Hartati Bintoro B.Sc

Asisten luar biasa:

51 orang asisten praktikum Fisika

Pendidikan sarjana ini diberikan selama 5 tahun kuliah dan dibagi 2 fase. Fase pertama adalah kesarjana muda-an yang diberikan di tingkat I, II, dan III. Fase kedua adalah kesarjanaan. Ditingkat I diajarkan mata kuliah dasar: Fisika Dasar, Kimia Dasar, Matematika Dasar, Agama dan Pancasila. Di tingkat II dan III diajarkan mata kuliah lanjut (intermediate). Setelah menyelesaikan seluruh mata kuliah di tingkat III diberikan gelar Sarjana Muda Fisika (BSc).

Di tingkat IV dan V diberikan mata kuliah atas (advanced) dan diadakan spesialisasi sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan mahasiswa masing-masing. Mengingat luasnya bidang yang dicakup dalam Fisika, maka diadakan penjurusan sebagai berikut: (1) Jurusan Fisika Teoritis, (2) Jurusan Fisika Experimentil, (3) Jurusan Fisika Terpakai, dan (4) Jurusan Fisika Teknik.

Kedua jurusan yang pertama terutama ditujukan kepada penelitian murni (pure research) baik teoritis maupun experimentil, sedangkan kedua jurusan yang terakhir ditujukan untuk penelitian dan perkembangan industri. Khusus untuk mahasiswa di Jurusan Fisika Terpakai dan Fisika Teknik diharuskan bekerja pada suatu industri atau lembaga penelitian industri dalam beberapa bulan pada akhir semester II di tingkat IV. Pada tingkat V terakhir, tekanan lebih diberatkan kepada mata kuliah pilihan sebagai keahlian (spesialisasinya) dan tugas ahli dan kolloqium.

Sejak tahun 1965 hingga 1974, FIPIA belum meluluskan sarjana, karena memang perijinan mula-mula yang diperoleh hanya hanya untuk meluluskan sarjana muda. Namun, karena keinginan kuat dari para mahasiswa dan dukungan para dosen maka pada akhirnya program sarjana ini dibuka. Dan tercatat lulusan sarjana pertama ini adalah Bapak Adi Hartono yang dibimbing oleh Bapak Mahmud Zaki dengan tema tugas akhir holografi.  Dengan dibukanya program sarjana (tingkat IV dan V) ini, maka mahasiswa berkesempatan memilih satu dari empat jurusan diatas. Namun, mayoritas mahasiswa pada tingkat IV memilih jurusan Fisika Teknik. Jurusan ini berhasil meluluskan sekitar 175 insinyur hingga pada tahun 1983.

Profil Bapak Mahmud Zaki

Profil Bapak Soewarso

Kegiatan Terdekat


ALAMAT

Gedung E
Jurusan Teknik Fisika
Fakultas Teknologi Industri (FTI)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Surabaya 60111
Jawa Timur
Indonesia