Realisasi Pemantau Inkubator
 /  Berita / Realisasi Pemantau Inkubator
Realisasi Pemantau Inkubator

Realisasi Pemantau Inkubator

Mahasiswa Teknik Fisika FTI-ITS kembali menciptakan inovasi di bidang teknologi. Fatoni bersama dengan 4 mahasiswa dan didampingi dosen mencoba merealisasikan alat pemantau inkubator bayi prematur hasil penelitian yang sudah pernah dilakukan.

Menurutnya kelahiran bayi tidak selalu bisa diprediksi dengan akurat kondisi dan waktunya. Sering kali calon ibu dihadapkan suatu situasi kritis sedemikian rupa sehingga janin diharuskan untuk lahir sebelum waktunya. Umumnya bayi akan terlahir prematur jika persalinan terjadi sebelum bayi mencapai usia 37 minggu. Kelahiran prematur ini menjadi penyebab timbulnya berbagai masalah kesehatan yang kompleks pada bayi prematur. Menurut Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berjudul Born Too Soon, The Global Action Report on Preterm Birth menyebutkan, secara global 15 juta bayi lahir prematur tiap tahun. Lebih dari satu juta bayi meninggal karena komplikasi akibat lahir prematur. Data World Health Organization (WHO) menyebutkan 44 persen kematian bayi di dunia pada 2012 terjadi pada 28 hari pertama kehidupan (masa neonatal). Penyebab terbesar (37 persen) ialah kelahiran prematur. Menurut laporan PBB itu juga, pada tahun 2010, Indonesia menempati peringkat kelima negara dengan bayi prematur terbanyak di dunia (675.700 bayi) setelah India (3,5 juta bayi).

Mufidah mahasiswi Teknik Fisika 2016 sekaligus anggota tim paling muda menambahkan, bahwa anak adalah generasi penerus dari sebuah bangsa, jika tidak ditangani dengan benar dalam jangka panjang, proses tumbuh kembang bayi prematur itu akan terganggu. Akibatnya kualitas manusia Indonesia masa depan menjadi terancam (sumber: National Geographic). Di Indonesia saat ini bayi yang lahir prematur diharuskan dirawat dalam inkubator sebab pengaturan suhu tubuhnya belum stabil sehingga mudah mengalami kedinginan.

Hasil pengamatan tim mendapati bahwa inkubator yang umum digunakan saat ini sebatas dapat menampilkan suhu dan kelembaban bayi yang ditampilkan di panel monitor yang ada di sisi depan inkubator. Hal ini membuat perawat selalu mengecek keadaan bayi langsung di inkubator tiap jamnya. Bila perawat teledor, hal ini akan sangat membahayakan keselamatan bayi. Terdapat beberapa peristiwa kecelakaan bayi yang berada di inkubator, salah satunya adalah bayi yang terlilit kabel inkubator yang terjadi tahun 2016 silam. Hal ini adalah kecelakaan yang dikarenakan kelalaian pengawas. Sehingga bersama dosen pembimbingnya yaitu Andi Rahmadiansah, ST., MT, yang juga membidangi komputasi di Teknik  Fisika  muncullah ide yaitu “INKUBATOR BAYI BERBASIS KONEKSI NIRKABEL UNTUK MEMANTAU KONDISI BAYI PREMATUR SECARA REALTIME DAN EFISIEN”.

Inkubator ini dilengkapi sensor suhu dan kelembaban juga ip camera, yang berfungsi untuk memantau kondisi bayi secara realtime, tukas Munir salah satu anggota tim yang dikenal jago programming di kampus ITS. Selain itu, ip camera memiliki mikrofon di dalamnya yang bisa merekam suara bayi untuk mengetahui suara tangisan bayi. Data dari sensor dan ip camera akan diolah dan dapat diakses melalui PC dengan koneksi nirkabel. Jadi petugas kesehatan atau perawat tidak perlu repot bolak-balik untuk mengecek keadaan bayi melainkan hanya memantaunya dari jauh melalui PC yang terhubung internet.

Chilmi sendiri sebagai salah satu anggota tim mencoba nama B-CUBE IMS (Baby Incubator Integrated Monitoring System) agar karya cipta mereka mudah diingat dan harapannya bisa menjadi kontributor teknologi di bidang alat kesehatan di Indonesia.

Pada tahapan akhir pengujian alat, Okky bersama tim melakukan penentuan keandalan dari sistem yang telah dirancang. Dalam tahap ini diujikan untuk mengetahui kemampuan parameter-parameter yang digunakan dapat bekerja dengan maksimal sesuai dengan set point yang dibutuhkan. Analisis dilakukan terhadap hasil dari pengujian alat sehingga didapat hasil yang aktual dan valid sesuai dengan standar yang ada, dengan hasil tersebut, diperoleh kemudahan dan efisiensi waktu dan meningkatkan keselamatan di dalam prosedur perawatan bayi premature oleh pihak tenaga medis yang bertugas.

(tn/tn).

 

Leave a comment

ALAMAT

Gedung E
Jurusan Teknik Fisika
Fakultas Teknologi Industri (FTI)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Surabaya 60111
Jawa Timur
Indonesia