Wawancara: Efisiensi Penggunaan Limbah Energi
 /  Berita / Wawancara / Wawancara: Efisiensi Penggunaan Limbah Energi
Wawancara: Efisiensi Penggunaan Limbah Energi

Wawancara: Efisiensi Penggunaan Limbah Energi

Peneliti dan dosen JTF, Totok Ruki Biyanto, PhD dan tim baru-baru ini berhasil mempublikasikan karya penelitiannya di Applied Thermal Engineering, salah satu jurnal ilmiah bereputasi yang diterbitkan oleh Elsevier. Makalah ini berjudul “Heat exchanger network retrofit throughout overall heat transfer coefficient by using genetic algorithm”

http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1359431115012077

Mohon ceritakan apa dan bagaimana penemuan yang dipresentasikan pada makalah ini!

Makalah ini berisi pemanfaatan dan peningkatan efisiensi pengunaan sisa atau limbah energi yang tidak terpakai disebabkan karena perubahan kondisi operasi, penurunan efisiensi unit operasi dan bahkan kemungkinan ketidaksempurnaan dalam memilih teknologi dan ukuran pada peralatan heat recovery saat desain dan kontruksi yaitu pada serangkaian alat penukar panas atau heat exchanger (HE).

Kebanyakan orang berfikir untuk menaikkan jumlah energi yang direkoveri adalah dengan memperbesar ukuran peralatan. Hal ini akan berakibat penambahan peralatan atau malah mengantinya dengan yang baru, yang berakitbat akan memakan biaya yang lebih besar, tempat yang lebih luas, kontruksi yang lebih kuat, pengangkutan yang lebih memakan energy, inventori yang lebih banyak, waktu penggantian yang lebih lama, perawatan yang lebih banyak dan operasional yang lebih komplek.

Untuk menghindari perubahan ukuran, salah satu cara adalah dengan menganti teknologi pada bagian dalam saja pada HE, yaitu pada bagian tube saja. Pengantian ini berdasarkan ketersediaan teknologi tube yang ada dipasaran, sampai tidak terbatas teknologi yang ada sekarang dengan mengacu pada potensi kenaikan efisiensi yang bisa dilakukan dengan batas energi maksimum yang tersedia untuk direkoveri.

Jadi, makalah ini mengajukan cara peningkatan recoveri limbah energi dengan menaikan overall heat transfer coefficient (U), sehingga tidak menambah ukuran HE.

Apa dampak dan manfaat bagi masyarakat atau pengembangan IPTEK?

Dampak aplikasi teknologi ini adalah penghematan investasi dan energi yang luar biasa besar sehingga proses produksi semakin efisien, menaikkan profit, meningkatkan safety pada proses, pengurangan pembuangan CO2 sehingga bisa bermanfaat langsung dari penjualan pengurangan emisi dan masyarakat semakin sehat serta kelestarian bumi.

Dan untuk masyarakat peneliti dan manufacture, hal ini akan memacu pengembangan teknologi heat transfer dan aplikasinya.

Apa rencana ke depan terhadap hasil temuan ini?

Mulai tahun 2013 kami banyak program penghematan atau efisiensi dan konservasi energi, baik di industri maupun di gedung-gedung. kami melakukan pendekatan2 personal dan institusional dengan masyarakat, pebisnis dan pemerintah untuk mengalakkan teknolgi hijau di segala lini kehidupan. Karena teknologi hijau bertujuan untuk memakmurkan manusia, melestarikan alam dan meningkatkan profit. 

Ini salah satu teknik/metode saja dari sekian banyak teknik/metode yang kami ajukan untuk dimanfaatkan oleh masyarakat di seluruh dunia. sebab tak ada satu teknik yang akan cocok untuk memecahkan semua masalah yang ada.

Bangsa ini sepatutnya bertumpu pada kemandirian disegala bidang. Teknologi dan manajemen yang bagus akan mampu meningkatkan manfaad atau added value pada semua sumber daya terutama sumber daya alam yang melimpah dan manusia. Dimulai dari kesamaan arah pandag dan tindakan dan berujung pada pengamalannya setiap hari.

Leave a comment

ALAMAT

Gedung E
Jurusan Teknik Fisika
Fakultas Teknologi Industri (FTI)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Surabaya 60111
Jawa Timur
Indonesia