Bapak Windarto A Setiawan
 /  50 Tahun JTF / Bapak Windarto A Setiawan

Bapak Windarto A Setiawan

Tidak ada perusahaan manufacture/proses yang tidak membutuhkan instrumentasi. Jadi saya menganggap bahwa jurusan ini memiliki masa depan yang cerah untuk mendapatkan pekerjaan. Sebagai program diploma baru sudah pasti akan mencari bentuk/ metode mata kuliah yang sesuai mengingat dosen yang ada pada saat itu juga merupakan dosen teknik fisika. Sering juga mata kuliah kosong karena dosen ada kegiatan.  Untuk praktikum harus ke FMIPA, POLTEK ELKA, karena belum memiliki peralatan yang memadai.  Namun itu semua tidak mematahkan semangat kami dalam menuntut ilmu untuk segera cepat menyelesaikan studi dan segera mendapatkan pekerjaan.

Saya terkesan dengan pengalaman-pengalaman di kampus kala itu. Bakti kampus, suatu kegiatan yang sangat banyak ditentang karena dinilai anarkis/ajang balas dendam namun dibalik itu justru kegiatan ini yang bisa mempersatukan ITS dengan mahasiswa di dalam jurusan maupun dengan jurusan yang lain.  Banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari kegiatan ini. Radio TFFM, media hiburan dan informasi yang sangat berguna untuk mempersatukan jurusan Teknik Fisika, bisa belajar tentang penyiaran radio, selain itu TFFM juga menjadi salah satu radio yang terkenal di jurusan lain. INSX-FM , Radio yang dibuat oleh D3 Teknik instrumentasi angkatan 95 dengan maksud mewadahi rekan2 dalam bidang penyiaran radio dan elektronika. Kami juga membuat logo baru D3 Teknik instrumentasi, yang merupakan keinginan D3 Teknik instrumentasi agar dapat menjadi jurusan yang mandiri, kreatif , inovatif mampu mencetak alumni yang berkualitas, bisa menjawab tantangan kebutuhan dunia kerja. 

Saya memulai karir kerja sebagai teknisi komputer, sebuah pekerjaan yang jauh dari bidang instrumentasi karena pada saat itu adalah krisis moneter, dimana banyak perusahaan yang enggan membuka lowongan kerja karena situasi perekonomian nasional yang lesu disamping melemahnya rupiah terhadap dollar. Selain itu D3 Instrumentasi adalah jurusan yang baru, tidak semua perusahaan mengetahui ada jurusan instrumentasi di ITS.

Berbekal sedikit kemampuan belajar hardware semasa melewati masa kuliah, saya diterima kerja di toko komputer kecil. Saya senantiasa bersyukur karena saat itu adalah pilihan Tuhan yang terbaik buat saya untuk tetap sabar dan belajar dibidang yang tidak pernah saya pelajari sebelumnya dan saya hanya fokus untuk menabung buat melanjutkan kuliah S1 Lintas Jalur Teknik Fisika ITS.

Kemudian saya pindah kerja sebagai tenaga outsource di Pertamina Surabaya di bagian IMPD, Informasi Management dan Pengolahan Data atau yang lebih dikenal dengan IT atau EDP. Saya putuskan pindah agar saya dapat bekerja sekaligus kuliah di sore hari karena ditempat kerja yang lama jam kerja tidak teratur dan sering pulang malam.  Cukup melelahkan, menjalankan dua rutinitas dalam satu hari yaitu kuliah dan bekerja namun harus tetap semangat untuk meraih gelar Sarjana. Dukungan dari bapak/ibu pekerja di lingkungan kantor senantiasa mengalir, mendukung 100% bahwa saya harus bisa menyelesaikan kuliah. 

Tahun 2003, akhirnya saya bisa menyelesaikan kuliah S1 di Teknik Fisika, perjuangan yang berat akan terasa ringan dengan ridlo Allah SWT disertai doa dan dukungan dari teman, saudara, kerabat dan orang tua tercinta. Akhir 2004, saya bersemangat untuk segera keluar sebagai tenaga outsource di Pertamina Surabaya karena ingin segera mencari pekerjaan menggunakan gelar S1, namun hal itu tidak direstui oleh orang tua dan mengharapkan saya bersabar karena insyaallah akan ada harapan dan meminta saya untuk bertahan. Sebuah saran yang sangat aneh karena hanya intuisi, mengingat Pertamina sudah bertahun tahun vakum dalam perekrutan tingkat SMA dan D3, yang selalu ada hanyalah rekrutmen S1 fresh graduate dan S1 pengalaman. Mengawali kerja di tahun 2005, dengan berat hati, namun perlahan perasaan itu coba saya tepis dengan pikiran positif bahwa saran orang tua selalu yang terbaik buat anaknya.  Dan akhirnya buah mengikuti nasehat orang tua pun terjawab, sekitar bulan april 2005 Pertamina Surabaya membuka lowongan pekerjaan setingkat SMA dan D3 untuk yang pertama kalinya setelah vakum dalam beberapa tahun. Kesempatan ini tidak saya sia-siakan, belajar dan belajar , mempersiapkan sebaik mungkin secara ilmu pengetahuan dan fisik agar kesempatan emas ini tidak lewat begitu saja.

Akhirnya pada tanggal 1 oktober 2005, saya resmi diterima sebagai pekerja (istilah Pertamina) PT. Pertamina dengan penempatan di bagian Statistik fungsi penjualan dan jabatan terakhir sebagai Jr. Officer Statistic, PT. PERTAMINA (Persero),  Marketing Operation Region V Surabaya. Saya sangat bersyukur bergabung di PT. PERTAMINA (Persero) MOR V, sebuah pekerjaan yang sangat berat karena tugas pokoknya adalah kelancaran pendistribusian BBM. Pengalaman penting bagi saya adalah bahwa pekerjaan ini menuntut kita siap 24 jam dalam kelancaran ketersediaan BBM di masyarakat. Hari libur, tanggal merah dan hari keagamaan tetap siaga melakukan monitoring agar tidak ada kendala.   

Aktif dalam organisasi selama kuliah akan membentuk kualitas pribadi yang lebih baik, banyak pelajaran yang bisa kita ambil a.l : pengambilan keputusan, teamwork (hubungan baik dngan Staf dan karyawan), berorientasi pada kualitas kerja, etika kerja dan motivasi, mampu diandalkan, kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja baru, kemampuan merencanakan, kemampuan berkomunikasi, kejujuran, inisiatif, dan toleransi.

Lulusan D3 Instrumentasi & Metrologi sudah semakin dikenal oleh perusahaan di Indonesia sehingga tuntutan penyesuaian kurikulum agar lebih adaptif dan tidak tertinggal disesuaikan dengan perkembangan teknologi saat ini. Peralatan praktikum hendaknya selalu up to date agar selalu match dengan peralatan industri saat ini. Penguatan ilmu Metrologi harus segera dilakukan agar meningkatkan nilai jual lulusan D3 Instrumentasi & Metrologi mengingat kebutuhan pasar terhadap petugas Metrologi.

Tuntutan mutu kurikulum Teknik Fisika harus semakin diperkuat dan dipertajam agar senantiasa bisa beradaptasi dengan berbagai macam ilmu dan ilmu teknik baik yang bersifat global, interdisiplin. Selain itu tuntutan teknologi di dunia saat ini semakin terintegrasi, semakin rumit dan campur aduk. Alumni Teknik Fisika harus mampu bekerja sama dengan berbagai macam jurusan dan bisa menjadi pemimpin yang mempersatukan semua ilmu engineering yang ada.

Windarto Agoes Setiawan (F30)

Riwayat Pendidikan

D3 Teknik Instrumentasi, Jurusan Teknik Fisika ITS (1995 – 1999)

Lintas Jalur S1 Jurusan Teknik Fisika ITS (2001 – 2003)

Riwayat Pekerjaan

PT.PERTAMINA (persero) Marketing Operation Region V Surabaya, Jabatan Jr Officer Statistic (2005 – sekarang)

Tenaga  Out Sourcing di PERTAMINA UPMS V, Di Bagian IMPD ( Informasi Manajemen & Pengolahan Data) sebagai IT Networking (2002 – 2005)

Sebagai teknisi komputer (Hardware, Software, Networking)  di Duta Graha Informatika Surabaya (2000 – 2001 )

Leave a comment

ALAMAT

Gedung E
Jurusan Teknik Fisika
Fakultas Teknologi Industri (FTI)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Surabaya 60111
Jawa Timur
Indonesia