Bapak Nyoman Suharta
 /  50 Tahun JTF / Bapak Nyoman Suharta

Bapak Nyoman Suharta

Selepas lulus dari SMA Negeri I Denpasar Bali tahun 1969, atas arahan orang tua, harus meneruskan kuliah ke perguruan tinggi yang bernuansa teknologi, maka mulai saat itu berpisah dari orang tua, merantau ke Pulau Jawa dan belum ada rencana  mau kuliah di perguruan tinggi mana. Kota besar terdekat  adalah Surabaya. ITS merupakan salah satu  perguruan tinggi terkemuka saat itu menarik minat untuk memulai langkah  menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Dengan berlatar belakang  jurusan kelas 3 PAS maka jatuhlah pilihan pada Fakultas Ilmu Pasti Dan Ilmu alam (FIPIA), dan masuk kejurusan Matematika.

Jurusan Matematika, saya  jalani selama satu tahun, setelah  satu tahun  saya minta ijin ke fakultas untuk pindah ke jurusan fisika  dan seterusnya sampai mendapatkan gelar sarjana teknik, Singkat cerita, pilihan jatuh pada  jurusan fisika karena akan  memberikan peluang karir dimasa depan bagaimanapun ilmu fisika menjadi salah satu basis dari pengembangan teknologi disegala bidang, ini khayalan waktu itu loh.

Pada periode awal tahun 70’an di jurusan fisika  berjalan dengan segala keterbatasannya, baik dalam sarana perkuliahan maupun sarana penunjang lainnya. Fasilitas ruang kuliah  sangat memprihatinkan.   Di kampus ITS –  Baliwerti, ruangannya  mojok, remang-remang, bising,   serta tanpa ventilasi….wah pokoknya ujian mental bagi mahasiswa maupun dosen kalau lagi ada jam  perkuliahan.

Situasi pada  saat ujian semester  merupakan ajang  “reuni” dari angkatan F1 sampai dengan angkatan F6 mungkin juga angkatan  yang dibawahnya, khususnnya pada mata kuliah pokok karena untuk mendapat nilai lulus satu mata kuliah pokok  rasanya kok alot  bener. Sehingga sangat sering terjadi yang beruntung lulus dipapan pengumuman namanya NIHIL…..apa gak hebat mahasiswa dan dosennya.

Untuk menunjang kemampuan praktikum, sarana laboratorium fisika dasar yang dimiliki oleh Jurusan Fisika  boleh dikatakan  sederhana kalau kita pandang pada  situasi  sekarang, akan tetapi pada saat itu  boleh dikatakan cukup memadai. Semua jurusan yang ada di ITS pasti pernah merasakan pemanfaatan praktek fisika dasar,  kita  tentunya cukup bangga juga karena sebagian besar mahasiswa Jurusan Fisika berprofesi sebagai asisten pratikum untuk seluruh mahasiswa ITS, dan ini memberikan efek positip terhadap nama Jurusan Fisika.

Sebagai mahasiswa yang berasal  dari luar Jawa pengalaman yang sangat terkesan pada  awal masuk ke lingkugnan ITS/FIPIA, pada masa perpeloncoan perkenalan mahasiswa. Karakter dan kebiasaan dari para senior membuat kami shock, komunikasi gaya Suroboyoan, lugas, celetukannya yang membuat telinga merah. Situasi  ini membuat  diawal jumpa dengan para senior membuat perasaan dongkol, akan tetapi setelah saling kenal terwujud rasa kekeluargaan yang  penuh dengan keakraban.

Di dalam pergaulan kemahasiswaan, mahasiswa FIPIA (Matematika dan Fisika) sangatlah kompak  memberikan kebanggaan di lingkungan ITS, baik di bidang olahraga, kesenian dan organisasi kemahasiswaan  selalu muncul di strata atas. Pengalaman yang sangat menarik adalah mahasiswi FIPIA merupakan primadona di lingkungan ITS  karena selain ayu-ayu  juga energik, dan banyak aktivas di organisasi mahasiswa di lingkungan keluarga besar ITS.

Mengacu pada  pengalaman pribadi, saya sangat beruntung menjadi mahasiswa FIPIA karena mendapat kesempatan ikut  terlibat dalam banyak kegiatan, ikut perkumpulan olah raga, sebagai anggota senat mahasiswa, sering mendapat pendidikan non formal dalam organisasi,  pernah dipercaya sebagai ketua panitia April Activity –ITS   salah satu kebanggaan aktivitas bidang olah raga dan kesenian mahasiswa  ITS,  dan juga  pernah dipercaya  menjadi Ketua Senat Mahasiswa FIPIA. Kesempatan  berorganisasi  dan aktif di kemahasiwaan tiada lain berkat  dorongan para senior kita seperti Bapak Edigom OS dari jurusan Fisika dan Bapak Kresnayana Yahya dari jurusan Matematika,  Bapak Lalu Marzuki partner dalam memimpin senat mahasiswa waktu itu sebagai  Sekretaris Umum.  Bapak Widodo Santoso pelatih olah raga karate yang sangat tegas memberikan latihan fisik, serta kerjasama teman2 lainnya.

Puncak dari pengalaman pribadi selama kuliah di FIPIA adalah mendapatkan pasangan hidup seorang mahasiswi angkatan F6, yang merupakan tindak lanjut masa perkenalan antar mahasiswa.  Motto kita zaman mahasiswa adalah Fipia untuk Fipia….dan banyak diterapkan oleh  keluarga FIPIA.

Setelah mengikuti perkuliahn  dengan penuh perjuangan, akhirnya berhak menyandang gelar Insinyur,  maka mulailah  memasuki dunia nyata dalam mengembangkan karir. Kesempatan sangat terbuka luas bagi lulusan Teknik Fisika, baik dibidang engineering, riset, dosen, marketing dan bidang lainnya.

Karir saya dimulai di bidang Perminyakan  PERTAMINA  di  Refinery Sungai Gerong, kesempatan ini saya jalani selama hampir satu tahun, karena alasan pribadi  mengundurkan diri dan  pindah ke Badan Pengkajian Dan Penerapan Teknolgi (BPPT) dengan beberapa posisi fungsional dan posisi truktural, sebagai koordinator kerjasama pemerintah Indonesia – Jerman di bidang Energi Terbarukan, sebagai koordinator  Pengembangan Bisnis  Bidang Energi  antara Pemerintah Indonesia (BPPT)- USA(Batelle).  Dan selanjutnya berkarir di Kementerian Pembangunan Daerah Teringgal (KPDT) sebagai Asisten Deputi  Pengelolaan Daerah Perbatasan Negara, serta sebagai Tenaga Ahli dalam bidang pengembangan infrastruktur daerah tertinggal.

Dalam menjalani kehidupan nyata setelah pendidkan formal, potensi pribadi kita sangat berpengaruh dalam meraih karir, hal-hal  yang tidak didapatkan dalam pendidikan formal di perguruan tinggi harus menjadi perhatian. Diantaranya gaya  berkomunikasi baik  dengan atasan ataupun dengan rekan sejawat, ini akan memberikan dampak atas pekerjaan kita. IQ da EQ harus berjalan seimbang dan saling menunjang.

Latar belakang pendidikan formal  memang sangat penting, akan tetapi dalam lingkungan pekerjaan banyak variabel yang memberi pengaruh atas karir yang ingin kita raih. Banyak kesempatan dalam peningkatan karir bisa lepas karena ketidaksiapan kita pada  faktor non formal atau non teknis.

Sebagai pengalaman pribadi, saya menyarankan jangan pernah mengatakan tidak bisa dalam menjalankan permintaan atasan bilamana  jabatan atau posisi kita  masih pada tingkat operasional, kita harus menunjukan bagaimana merubah  kata tidak bisa menjadi kata bisa. Kalau ini dapat kita tunjukan nilai positip akan melekat pada diri kita, dan akan memberikan peluang dalam pengembangan karir.

Dengan makin berkembangnya komunikasi secara global perkembangan industri juga mengalami hal yang saling berkait antara kemamampuan industri dalam negeri dengan industri luar negeri. Peningkatan kerjasama dan kesempatan alih teknologi harus menjadi basis dalam pembangunan industri dalam negeri, sebagai sarjana Teknik Fisika seharusnya bisa banyak berperan dalam alih teknologi untuk menunjang pembangunan industri didalam negeri.

Bagi mereka yang berprofesi di bidang riset dan rekayasa tentunya banyak topik yang dapat dikerjasamakan dengan lembaga  terkemuka di luar negeri, dan kesempatan ini dapat dimanfaatkan untuk alih teknologi,  misalnya di bidang Energi Terbarukan.  Kita punya potensi sumber daya energi terbarukan sangat besar akan tetapi kemampuan teknologi di dalam negeri masih kurang untuk diwujudkan dalam pembangunan industri. Kondisi ini merupakan peluang bagi profesi di bidang rekayasa  dalam peningkatan pembangunan industri

Mereka yang berprofesi di bidang instrumentasi dan kontrol, peluang sangat luas disegala bidang pembangunan industri, baik yang bersifat industri strategis maupun indutri yang bersifat umum apakah  di hulu maupun di hilir bisa dimasuki oleh sarjana teknik fisika. Begitu pula dengan profesi yang lain kesempatan masih sangat terbuka.

Dari beberapa alumni jurusan Teknik Fisika mungkin peluang-peluang ini sudah diraih , tentunya ilmu semasa kuliah merupakan pondasi  dan harus tetap ditunjang oleh kemampuan lainnya.

Seseorang akan mencapai karir dalam pekerjaan  selalu ditunjang oleh hal-hal yang bersifat non teknis,  kalau dikaitkan dengan pengalaman non kuliah penunjang karir menurut saya banyaklah terlibat dalam pergaulan dan  organisasi. Karena dengan terlibat dalam organisasi kemampuan personal akan diasah, bagaimana kita harus berkomunikasi, bagaimana kita  harus bersikap terhadap orang lain, bagaimana kita harus mengatur waktu , bagaimana kita menyikapi perbedaan pendapat, bagaimana kita harus mengajukan ide yang tepat,  dan banyak lagi yang didapat dalam keterlibatan di organisasi.

Pengalaman pribadi non kuliah yang saya dapatkan pada masa mahasiwa adalah hidup di Asrama Mahasiswa, disini benar-benar kita ditempa dalam betoleransi hidup bersama dengan asal muasal yang berbeda dan juga karakter yang tidak sama.  Pernah ditunjuk sebagai Ketua Asrama Mahasiswa ITS “Wisma Surya” yang berlokasi di Ketabang Kali (saat ini sudah tidak ada). Sebagai ketua asrama tentunya turut aktif mengatur berjalannya kehidupan asrama seperti ransum sehari hari, kegiatan ibadah, tata tertib kalau lagi musim ujian semester, dan banyak lagi hal yang gak pernah terpikir kalau tidak terlibat langsung. Pengalaman ini sangat berpengaruh dalam pergaulan nasional maupun internasional  yang berdampak positip pada  menunjang karir.

Sebagai orang yang posisinya di luar tentunya sekarang tidak banyak lagi mengetahui situasi di dalam, terutama dalam perkembangan mata kuliah apa saja yang diberikan saat ini. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi tentunya jurusan teknik fisika yang merupakan salah satu andalan ITS jangan cepat-cepat berpuas diri dengan apa yang telah diraih sekarang, lakukan lah persaingan sehat antar mahasiswa  untuk kemajuan jurusan secara terbuka di internal jurusan fisika, dan kalau ada karya-karya yang unggul harus di ekspos keluar agar masyarakat mendapat informasi.  Informasi tentang prestasi yang di raih oleh jurusan Teknik Fisika saya rasa belum banyak diketahui oleh kalangan masyarakat luas baik yang disebarluaskan oleh media  ataupun di lingkungan perguruan tinggi, ini penting bagi para calon mahasiswa dan juga sangat bermanfaat bagi para alumni.

Intisari saran dalam pengembangan Teknik Fisika: (1) terus menerus meningkatkan pengetahuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, (2) informasikan prestasi yang telah diraih jurusan teknik fisika kemasyarakat luas, (3) tingkatkan pergaulan ditingkat nasional maupun internasioanl, (4) tetap bersilahturami dengan para alumni.

Dalam kesempatan 50 tahun Teknik Fisika  sebagai alumni tentunya ada rasa bangga bahwa kita masih tetap melakukan silahturahmi lintas generasi. Pada kesempatan ini saya pribadi mengucapkan Selamat Merayakan Hari Jadi Jurusan Teknik Fisika Yang ke- 50 Tahun , semoga tetap semangat mendidik generasi muda kita demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia dari Sabang Sampai Merauke (dari Barat ke Timur)  dan Dari Talaud sampai Alor (dari Utara ke Selatan ).

Nyoman Suharta (F4)

Lulus Teknik Fisika ITS (1979)

Riwayat pekerjaan

Tenaga Ahli pada Percepatan Pembangunan Wilayah Perbatasan ( P2WP) – KPDT (2008-  2011)

Asisten Deputi Urusan Wilayah Perbatasan-KPDT (2005 –  2007)

Kepala Bagian Pengembangan Sumberdaya Manusia – BPPT (2000 – 2005)

Kepala Bidang Jasa Dan Informasi  Laboratorium Sumber Daya Energi, BPPT (1995 – 2000)

Kepala Sub.Bidang Kerjasama Laboratorium Sumber Daya Energi , BPPT (1987 – 1995)

Leave a comment

ALAMAT

Gedung E
Jurusan Teknik Fisika
Fakultas Teknologi Industri (FTI)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Surabaya 60111
Jawa Timur
Indonesia