Ibu Renaningsih Setjo
 /  50 Tahun JTF / Ibu Renaningsih Setjo

Ibu Renaningsih Setjo

Saya sejak  di SMP  telah jatuh cinta pada pelajaran  Ilmu Alam karena guru yang mengajar Ilmu Alam sangat menarik  dalam memberikan pelajaran  Ilmu Alam.  Saya mengerjakan semua  soal soal Ilmu Alam  karangan Widagdo,  alhasil nilai ujian akhir nasional  untuk Ilmu Alam mendapatkan nilai mutlak ( 10). Oleh sebab itu setelah  lulus dari SMA saya  kuliah di  jurusan FIPIA.

Mungkin saat saya masuk FIPIA, yang baru berdiri 3 tahun masih mencari bentuk atau kurikulum yang tepat , sehingga masih terasa bahwa dengan banyaknya mata kuliah  dalam satu semester  serta situasi yang ada  belum bisa memotivasi mahasiswa agar betah kuliah di FIPIA, terbukti bahwa banyak mahasiswa yang pindah ke jurusan lain misalnya arsitek, tehnik sipil dan  kedokteran,  dll.  Mungkin disebabkan oleh tingkat kelulusan ujian semester yang masih sangat kecil prosentasinya , dan ujian semester bbrp mata kuliah malahan tidak ada mahsiswa yang lulus alias “ nihil”. Kondisi seperti itu berlangsung cukup lama, dan mulai terasa ada perubahan yang signifikan setelah banyak dosen alumni ITB (Pak Suwarso, Ibu Lea P, Pak Gunawan, Pak Marihot, Pak  Steve Handoko) mengajar di FIPIA, dan mulai menata kurikulum, dan memperbaiki metode  evaluasi mahasiswa  dengan cara memberikan quiz, tugas dan ujian semester sehingga mahasiswa terpacu untuk lebih berpestasi. Mulai angkatan  F7 keatas  lah mahsiswa bisa lulus tepat waktu ( 5 tahun).

Salah satu hal yang paling berkesan  adalah Pak Suhardjo yang  mengajar beberapa mata kuliah antara lain  persamaan differential dimana beliau sering melakukan test tambahan kepada mahasiswa yang “ hampir lulus” yang membutuhkan waktu ujian yang cukup lama sehingga beliau membelikan makanan dan minum untuk mahasiswanya sambil mengerjakan soal ujian tambahan.

Lulus dari Teknik Fisika saya langsung bekerja di Batan, tadinya saya pikir untuk batu loncatan saja sebelum menemukan pekerjaan di tempat lain. Ternyata saya     mencintai pekerjaan saya sehingga tetap bekerja di Batan sampai memasuki masa purna bakti.

Saat baru masuk  kerja di Batan, saya terlibat dalam pengujian material/komponen  dengan   metode. Uji Tak Merusak atau lebih dikenal dengan istilah Non Destuctive Testing ( NDT) digunakan untuk menjamin keandalan komponen dan keselamatan operasinya. Bidang pengujian NDT lebih didominasi oleh laki-laki karena pengujian ini banyak dilakukan secara in situ  terhadap beberapa komponen industri. Saya sangat menikmati bekerja di  “lapangan “ daripada dibelakang meja. Setiap  menghadiri pertemuan atau training saya adalah peserta wanita satu2nya.

Pada era tahun 1980-an banyak pekerja NDT luar negeri yang bekerja di Indonesia , dengan keterlibatan saya sebagai  NDT National Project coordinator  pada project RAS/IAEA/UNDP,  saya minta bantuan expert dari beberapa Negara maju untuk mengajar para trainee ( SDM lokal), sehingga lambat laun tenga kerja asing bisa digantikan oleh  SDM lokal  dengan keahlian yang setara denagn pekerja asing.

Selain itu pada tahun 1995 saya terlibat dalam kegiatan “ Engineering Design” project pengembangan Pembangklit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Advanced Pressurized Water Reactor ( AP 600), sebagai manager  Piping  Analysis Group. Sampai akhirnya design AP 600 di-approved oleh US NRC ( United State Nuclear Regulation Commission).

Pembangunan industry tentunya akan berhasil apabila pasokan energy dapat dijamin kesinambungannya. Saat ini pemerintah melalui DEN (Dewan Energi Nasional) sedang mengkaji kebutuhan energi jangka pendek dan jangka panjang dimana perkiraan kebutuhan energy  sekitar 6 – 7 % pertahun. Sedangkan kapasitas yang existing  belum bisa memenuhi kebutuhan energi , selain itu ketersediaan bahan baka fossil  terbatas, oleh sebab itu  pemerintah akan mengembangkan energy terbarukan. Namun untuk kebutuhan pasokan energy   untuk industry terutama listrik yang sustain maka tidak ada pilihan lain kecuali melalui pembangunan  PLTN. Namun sampai saat ini pemerintah belum berani mengambil keputusan untuk go nuclear. Saya yakin tanpa pembangunan PLTN pertumbuhan industry akan terganggu dan suatu saat para investor akan lari ke Negara lain yang bisa menjamin pasokan energy secara berkesinambungan, pada akhirnya berpengaruh pula pada  petumbuhan ekonomi .  Saya saat ini sudah menikmati masa purna bhakti namun masih berjuang melalui beberapa LSM seperti Himpunan Masyaakat Nuklir Indonesia (HIMNI) dan Women in Nuclear           (WIN) agar pembangunan PLTN menjadi kenyataan .

Selain itu dalam menghadapi MEA saya masih berjuang agar system sertifikasi personel NDT di Indonesia   mengacu kepada  standar ISO 9712 agar sertifikat         keahlian atau kompetensi personel yang dikeluarkan oleh LSP  – NDT (Lembaga Sertifikasi Personel  NDT), diakui oleh negara lain, sehingga SDM lokal punya kesempatan untuk bekerja di LN.  Personil NDT  yang kompeten sangat diperlukan untuk menunjang keselamatan operasi industry.

Kurikulum perlu dievalusi secara berkala agar lulusan Teknik Fisika dapat bersaing didalam mendapatkan peluang untuk mendapatkan pekerjaan karena persaingan semakin ketat,  dan kurikulum sebaiknya  bisa menjawab tantangan pasar atau kebutuhan masyarakat. Untuk itu bisa dilakukan dengan mengundang dosen tamu  baik dari alumni maupun lembaga riset  dan industri.

Dirgahayu  Teknik Fisika ITS semoga bendera Teknik Fisika semakin berkibar dan recognized both national and internationally, itu harapan atau mimpi semua alumni.

Leave a comment

ALAMAT

Gedung E
Jurusan Teknik Fisika
Fakultas Teknologi Industri (FTI)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Surabaya 60111
Jawa Timur
Indonesia