Bapak Moekti Machfoed
 /  50 Tahun JTF / Bapak Moekti Machfoed

Bapak Moekti Machfoed

Screen Shot 2016-05-04 at 9.13.05 AMSejujurnya pada saat mengawali kuliah di Fakultas Ilmu Pasti Ilmu Alam ITS,saya hanya memilih fakultas yang dekat dengan tempat tinggal,dan memilih karena nama besar ITS.

Pada saat itu Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam hanya ada 2 (dua) jurusan yaitu jurusan Matematika dan Jurusan Fisika.Saya memilih Jurusan Fisika, karena saat SMA jurusan saya adalah Jurusan Pasti Alam (PAL). Pada saat tersebut situasi perkuliahan dapat dikatakan sangat sederhana,dikarenakan ITS belum mempunyai kampus seperti sekarang.

ITS mempunyai gedung perkuliahan pada beberapa tempat, mahasiswa mengikuti kuliah di beberapa tempat dan berbeda ruangan untuk satu mata pelajaran dan mata pelajaran lainnya. Gedung-gedung perkuliahan itu berada di Jl Simpang Dukuh,Jl Ketabang Kali. Dua gedung itu dipakai sarana perkuliahan oleh 7 fakultas yang ada di ITS.

Barulah setelah ITS mendapatkan gedung di JL Baliwerti yang merupakan gedung bekas sekolah Tionghoa,suasana perkuliahan sedikit berbeda, karena di Jl.Baliweti hanya 4 fakultas yang menggunakan gedung tersebut.Suasana perkuliahan sedikit agak mapan walaupun belum sempurna.

Pada tahun tujuh puluhan ITS membangun gedung di Jl Cokroaminoto,di gedung ini ditempati Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam,dan Fakultas Teknik Arsitektur. Pengalaman-pengalaman yang berkesan adalah kami mengalami kuliah bareng2 dari angkatan F1 sampai angkatan F6 untuk mata kuliah yang sama,karena pada sekitar tahun tujuh puluhan tingkat 4 untuk jurusan Fisika belum ada.Dikarenakan keterbatasan tenaga dosen.Sehingga kami berusaha mencari tenaga pengajar dari lulusan Teknik Fisika ITB yang sedang bekerja di Surabaya untuk bersedia mengajar di jurusan Fisika pada Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam.Dengan adanya tambahan tenaga pengajar dari alumni ITB,perkuliahan di tingkat 4 bisa dimulai dan disitulah kami memulai adanya jurusan Teknik Fisika.

Perlu diketahui bahwa sistim perkuliahan pada saat itu masih memakai sistim tingkat, dimana di setiap tingkat mahasiswa harus menyelesaikan seluruh mata kuliah di tingkat tersebut,untuk bisa melanjutkan ke tingkat yang lebiih atas,berbeda dengan sistim SKS pada saat sekarang.

Pada awalnya setelah menyelesaikan kuliah dengan gelar Insinyur Fisika Teknik, saya memulai bekerja sebagai Sales Engineer. Pekerjaan itu saya lakukan guna mencari kesempatan yang lebih baik,karena pada saat itu Teknik Fisika masih belum banyak di kenal perusahaan.

Setelah saya diterima di ADVANCE TEKNOLOGI PERTAMINA,saya mencoba memulai karir sebagai peneliti yang saya harapkan sesuai dengan jurusan yang saya ambil pada masa kuliah. Pengalaman-pengalaman penting selama saya bekerja sebagai Instrument Engineer adalah apa yang saya disain bisa diaplikasikan. Begitu juga ketika saya sebagai Project Manager, project tersebut bisa diselesaikan dengan baik. Tantangan saat ini dalam konteks pembangunan industri, adalah semakin majunya teknologi,sehingga mau tidak mau kita harus mempelajarinya dan meraihnya. Ditambah pula dengan kebutuhan SDM yang sesuai dengan kompetensinya, yang akhirnya merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi,dan ini adalah merupakan tanggung jawab perguruan tinggi.

Pengalaman selama kuliah yang sangat bermanfaat adalah keikut sertaan saya dalam organisasi kemahasiswaan.Selama saya kuliah di ITS saya pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa FIPIA dan juga menjadi salah satu anggota pengurus dalam Dewan Mahasiswa ITS (sekarang namanya Badan Eksekutive Mahasiswa). Pengalaman ini sangat menunjang dalam saya meniti karir diluar kampus.

Saran – saran saya untuk pengembangan pendidikan Teknik Fisika,adalah banyak-banyak melihat perkembangan teknologi di dunia luar terutama di dunia industri,sehingga bisa mengembangkan mata kuliah yang bisa menunjang kebutuhan industri.Dan menghasilkan sarjana yang sesuai kompetensinya. Kalau di USA orang-orang yang sudah lama berkecimpung di dunia industri, mereka balik bekerja di lembaga-lembaga riset atau Perguruan Tinggi,sehingga mereka bisa menunjukan kebutuhan-kebutuhan yang ada di dunia industri.

Akhirnya, jadikanlah peringatan 50 tahun Teknik Fisika di ITS ini suatu momentum untuk mencapai hal-hal yang selama ini belum bisa dilaksanakan.

Moekti Machfoed (F1)

Direktur EM EM Contractor (Desember 2011 – sekarang)

Berkarier sebagai Instrument Engineer di berbagai perusahaan antara lain: PT. Petrofac IKPT Internasional, PT. SAS International, PT. Siemens, PT. Unecona Agung (1982 – 2011)

Staff BPPT (1977 – 1982)

Sales Engineer di PT Indofluid (1976 – 1977)

Leave a comment

ALAMAT

Gedung E
Jurusan Teknik Fisika
Fakultas Teknologi Industri (FTI)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Surabaya 60111
Jawa Timur
Indonesia