Kolom TF Kita – No. 4
 /  TF KITA / Berita / Kolom TF Kita – No. 4

Kolom TF Kita - No. 4

Passion

Para pembaca yang budiman,

Suatu ketika seorang musisi ditanya tentang kebahagiaan. “Apakah yang membuat anda bahagia? Apakah karena anda memiliki banyak fans, ataukah memiliki banyak kekayaan?” Dan musisi itu menjawab, “Iya memang betul hal itu membuat saya senang dan bahagia. Namun, hal yang paling membahagiakan adalah saat saya menciptakan lagu dan menemukan melodi yang tepat.” Banyak hal yang dapat membuat kita senang dan bahagia dalam kehidupan pekerjaan kita. Dan jika pertanyaan sama dikenakan kepada kita, apa kira-kira jawaban para pembaca? Hal yang paling membahagiakan tentu sangat beragam dan sangat bergantung pada banyak faktor pula.

Hal yang paling membahagiakan ternyata memiliki korelasi kuat dengan apa yang disebut sebagai passion. Passion adalah suatu rasa dari dalam diri yang sangat kuat dalam melakukan sesuatu, yang berakar dari cinta dan suka. Passion ini menjadi suatu energi penting untuk membangun  cita-cita dan impian. Seperti halnya musisi tadi kecintaan dan kesukaannya adalah menciptakan musik indah.

Mengapa kita perlu passion? Menurut suatu referensi, passion dapat memberikan rasa nyaman dan tenang dalam bekerja, passion dapat memotivasi diri agar lebih baik, dan passion dapat membuat lebih bahagia.  Tentunya tiap dari kita bisa memiliki passion yang berbeda meskipun berada di lingkungan yang sama. Sudahkan kita menemukan passion kita masing-masing?

Pada edisi ini, kami menampilkan satu buah tulisan yang berjudul “ITS menjadi PTNBH”

Selamat membaca!

Redaksi TF KITA

Baca dan unduh: No 4 – Kolom JTF


ITS menjadi PTNBH

Oleh: Agus Muhamad Hatta

Baru-baru ini ITS diberikan status PTNBH dan status ini akan diberlakukan mulai tahun 2017. Sebagaimana diketahui bersama pola pengelolaan PTN ada 3 macam: satuan kerja (satker), badan layanan umum (BLU), dan bahan hukum (BH). Apa perbedaan dari ketiga jenis PTN ini? PTN satker adalah suatu PTN yang melaksanakan program pemerintah untuk penyediaan pendidikan tinggi dimana perolehan dana hanya berasal dari APBN saja. PTN BLU adalah suatu PTN yang lebih berkualitas dari satker dan telah mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan jasa/produk yang dapat dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dengan prinsip efisiensi dan produktivitas. Sumber dana PTN BLU ini adalah APBN dan pendapatan jasa layanan.

PTN BH memiliki kinerja yang lebih baik dari PTN BLU. PTNBH memiliki 4 unsur, yaitu: (1) entitas hukum yang mandiri, (2) Masih berada dala lingkup kemenristekdikti, (3) otonomi akademik dan non-akademik, (4) memiliki kekayaan tersendiri yang dipisahkan dari kekayaan negara kecuali tanah. Organisasi PTNBH terdiri dari majelis wali amanat (MWA), Rektor, dan Senat Akademik (SA).

MWA adalah organ PTNBH yang menyusun dan menetapkan kebijakan umum Institut/Universitas. Kenggotaan MWA terdiri dari unsur: (a) pemerintah, (b) dosen, (c.) masyarakat, dan (d) lainnya. Kewenangan MWA ini antara lain: menetapkan kebijakan umum atas penyelenggaraan Insitut; memilih, mengangkat dan memberhentikan Rektor, (d) mengevaluasi kinerja Rektor. Rektor dari PTNBH ini dipilih, dilantik dan diberhentikan oleh MWA. Rektor dapat berasal dari berbagai kalangan (bisa non PNS). Tugas utama Rektor ini adalah memimpin pelaksanaan dan pengelolaan tridharma perguruan tinggi yang sesuai dengan visi-misi PT-nya. Senat akademik adalah organ universitas yang menyusun, merumuskan, dan menetapkan kebijakan, memberikan pertimbangan dan melakukan pengawasan di bidang akademik.

Screen Shot 2016-05-02 at 8.22.52 PMPTNBH memiliki kewenangan di bidang akademik, yaitu: (1) penetapan norma, kebijakan operasional, dan pelaksanaan pendidikan, mulai dari persyaratan calon mahasiswa baru, pembukaan/perubahan/penutupan program studi, kurikulum program studi, proses pembelajaran, syarat kelulusan, hingga wisuda. (2) penetapan norma, kebijakan operasional serta pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Kewenangan di bidang non akademik berupa penetapan norma, kebijakan operasional, dan pelaksanaan (1) organisasi, (2) keuangan, (3) kemahasiswaan, (4) ketenagaan, dan prasarana. Hal yang khusus pada PTNBH dalam kewenangan keuangan adalah: otonomi atas pengelolaan dana, menetapkan tarif, memberikan remunerasi, menarik dana masyarakat, dan mendirikan badan usaha dan dana abadi. Sedangkan kewenangan dalam bidang ketenagaan adalah dapat mengangkat pegawai baik dosen maupun tenaga pendidikan berstatus PNS maupun pegawai universitas.

Terdapat kekhawatiran dengan status PTNBH ini. Salah satu isu utama adalah bahwa PTNBH akan dapat menaikkan biaya operasinal pendidikan atau SPP mahasiswa. Hal ini terjadi beberapa tahun sebelumnya dalam perguruan tinggi BHMN. Sebagai gambaran biaya kuliah di  PT BHMN naik 3-10 kali lipat dibandingkan sebelum status BHMN. Beberapa pihak juga mengkritisi keberadaan PT BHMN karena hanya menguntungkan segolongan kelompok ekonomi mapan. Disisi lain, rangking perguruan tinggi dengan BHMN tersebut justru turun dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai contoh, rangking Universitas Indonesia malah turun dari rangking 217 (tahun 2011) menjadi 273 (tahun 2012) berdasarkan QS University World Rangking.

Tentu saja rangking diatas bukanlah patokan utama, bisa jadi kualitas universitas tersebut mambaik namun PT di luar negeri mengalami peningkatan kualitas yang jauh lebih baik. Menurut Bapak Patdono Suwignyo (Direktur Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi), status PTNBH bukan berarti komersialisasi pendidikan. PTNBH tetap memiliki program afirmasi seperti bidik misi, UKT, dan program afirmasi pendidikan tinggi. Pekerjaan rumah calon PTNBH adalah sosialisasi PTNBH secara efektif, membangun sistem manajemen yang akuntabel, menyiapkan keunggulan perguruan tinggi di level internasional, serta memelihara iklim akademik yang baik.

Dengan status PTNBH ini, ITS diharapkan sebagai agent of economic development. Artinya ITS tidak hanya menjadi penyelenggara pendidikan dan penelitian. Namun, mampu berkiprah sehingga menggerakkan roda perekonomian negara melalui kegiatan penelitan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. ITS juga diharapkan menjadi salah satu perguruan tinggi yang mampu berkiprah di level internasional, atau diharapkan masuk ke dalam 500 perguruan tinggi terbaik. Tentu harapan-harapan ini sangatlah tinggi dan hal ini tidaklah mudah dicapai, namun bukan hal yang mustahil. Apa langkah-langkah kita? (Disarikan dari berbagai sumber )

Leave a comment

ALAMAT

Gedung E
Jurusan Teknik Fisika
Fakultas Teknologi Industri (FTI)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Surabaya 60111
Jawa Timur
Indonesia