Kolom TF Kita – No. 2
 /  TF KITA / Berita / Kolom TF Kita – No. 2

Kolom TF Kita - No. 2

Selamat Hari Pahlawan

10 Nopember adalah hari spesial bagi warga Surabaya dan ITS khususnya. 70 tahun silam, arek-arek suroboyo dan sekitarnya mengorbakan harta, jiwa dan raga mereka untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Dan pada tanggal ini, ditetapkan pula sebagai tanggal kelahiran ITS yang pada tahun ini genap berusia 55 tahun. Salah satu maksud penamaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) adalah untuk menghormati jasa para pahlawan dan mengabadikan semangat kepahlawanan pada institusi ini.

Semangat kepahlawanan dapat diartikan sebagai semangat rela berkorban, patriotik, pantang menyerah untuk kemaslahatan rakyat dan bangsanya. Semangat kepahlawanan tentu dimiliki oleh para pahlawan perintis kemerdekaan, pahlawan kemerdekaan, dan pahlawan nasional. Namun semangat kepahlawanan dapat pula dimiliki oleh orang-orang di sekitar kita. Mereka adalah orang-orang yang gigih mendedikasikan dirinya tanpa pamrih untuk menjaga kedaulatan negara, mencerdaskan bangsa, menyehatkan rakyat, memajukan kemandirian sains-teknologi dan sebagainya untuk mengisi kemerdekaan bangsa ini. Kepada mereka, kita berikan gelar sebagai “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”.

Semangat kepahlawanan adalah semangat kita.  Semangat untuk memperbaiki dan memajukan lingkungan kita. Selamat hari pahlawan, dan selamat hari jadi ITS!

Kembali ke Kolom TF KITA, pada edisi no. 2 ini, kami menyajikan dua buah tulisan, yang berjudul “Human Capital” dan  “Meng-khatam-kan”. Akhirnya, kami mengundang kembali Bapak/Ibu untuk mengirimkan tulisan ke redaksi.

Selamat membaca!

Redaksi TF KITA

Baca dan unduh: No 2 – Kolom JTF


Human Capital

Oleh Ali Musyafa’

Human capital berbeda dengan human resources management, namun juga dapat bersinergis. Human capital lebih memandang manusia sebagai asset intangible dan human resources management memandang manusia sebagai cost atau beban biaya yang merugikan perusahaan. Konsep human capital muncul, karena adanya pergeseran peranan sumber daya manusia. Human capital berawal dari pemikiran bahwa manusia merupakan aset yang memiliki banyak kelebihan yaitu kemampuan manusia apabila digunakan dan disebarkan tidak akan berkurang melainkan  bertambah,  baik  bagi  individu  yang  bersangkutan  maupun  bagi organisasi. Manusia mampu mengubah data menjadi informasi yang bermakna,  manusia mampu berbagi intelegensia dengan pihak lain.

Screen Shot 2016-05-02 at 8.18.15 PMKonsep human capital merupakan kajian yang sangat menarik dan penting sejak terjadinya pergeseran dari ekonomi yang berbasis industri kearah ekonomi yang mengarah pada kecantikan sistem komunikasi, informasi, dan pengetahuan. Konsep human capital merupakan  hal yang penting yang dibutuhkan pada masa sekarang, berdasarkan pada: (a) kuatnya tekanan persaingan keuntungan finansial dan non finansial, (b) pengakuan pimpinan bisnis dan politik tentang modal manusia vs peningkatan kinerja, (c) terjadi  perubahan  yang  cepat  yang  ditandai  adanya  proses  dan teknologi yang baru  tidak akan bertahan lama apabila pesaing mampu mengadopsi teknologi yang sama. Namun, untuk mengimplementasikan perubahan, tenaga kerja yang dimiliki industri harus memiliki skill dan kemampuan yang lebih baik. (d) Untuk  tumbuh  dan  beradaptasi,  kepemimpinan  oraganisasi  harus mengenali nilai dan kontribusi manusia.

Oleh sebab itu, merupakan keharusan bagi perusahaan untuk memahami human capital karena dengan konsep human capital dapat mengukur kemampuan manusia untuk mengubah data menjadi hasil yang bernilai bagi organisasi.

Komponen Human Capital

Manusia adalah komponen yang sangat penting di dalam proses inovasi. Manusia dengan segala kemampuannya bila dikerahkan keseluruhannya akan menghasilkan kinerja yang luar biasa. Ada enam komponen dari modal manusia menurut Ancok 2002 , yakni: (i) Modal intelektual, (ii) Modal emosional, (iii) Modal sosial, (iv) Modal ketabahan, (v) Modal moral, (vi) Modal kesehatan. Keenam komponen modal manusia ini akan muncul dalam sebuah kinerja yang optimum apabila disertai oleh modal kepemimpinan dan modal struktur organisasi yang memberikan wahana kerja yang mendukung. (Ancok, 2002)

Bagaimana dengan Human Capital di Jurusan Teknik Fisika FTI–ITS ini bisa diberdayakan? Bagaimana agar kehadiran kita bapak/ibu dosen dan tendik dapat menyempurnakan tugas-tugas  sebagai  khalifah di muka bumi dan sekaligus penyempurnaan kita sebagai abdi Tuhan?

Semoga dalam waktu dekat kita semua dapat merumuskan keberadaan SDM di jurusan kita untuk memikul  Tanggung Jawab, Hak dan Wewenang  dalam penyempurnaan tugas kita.


Meng-khatam-kan

Oleh: Agus Muhamad Hatta

Bagi seorang muslim, adalah suatu prestasi bila telah mampu meng-khatam-kan atau menyelesaikan bacaan Al Qur’an, terlebih lagi bila mampu menghafalkannya. Khatam berarti menuntaskan bacaan dari awal hingga akhir. Demikian pula, seperti kehidupan di pesantren, khataman kitab/buku pelajaran agama lazim dilakukan. Kitab/buku ini dibaca dan dipelajari secara tuntas.

Metode belajar dengan membaca suatu buku secara tuntas adalah salah satu metode pembelajaran yang sangat klasik dan telah diterapkan sejak dahulu kala. Dengan cara seperti ini, pembelajar akan memahami isi, alur, maksud tersurat dan makna tersirat dari bacaan tersebut. Persyaratan metode belajar ini adalah isi buku yang baik, disusun oleh ahlinya, pembelajar yang memiliki motivasi tinggi, dan waktu yang cukup untuk mempelajarinya. Metode pembelajaran ini dapat menghasilkan pembelajar otodidak.

Bagaimana dengan metode pembelajaran di perguruan tinggi? Buku adalah salah satu bahan ajar, dan membaca/belajar mandiri adalah salah satu bagian dalam proses belajar. Dalam konsepsi student centerd learning, dosen menjadi fasilitator yang menyediakan bahan ajar, metode pembelajaran, dan melakukan ragam evaluasinya.

Screen Shot 2016-05-02 at 9.01.02 PMAdalah suatu kekhawatiran dengan metode pembelajaran di perguruan tinggi ini. Pragmatisme pembelajaran dapat terjadi, jika peserta didik hanya berorientasi pada nilai semata. Peserta didik perlu cukup untuk belajar dari handout/slides/catatan kuliah dan latihan soal-soal untuk menghadapi quiz maupun evaluasi tengah/akhir semester. Kuliah tereduksi menjadi suatu proses belajar yang terdiri dari menghadiri kuliah, membaca catatan kuliah, mengerjakan tugas, menghapal konsep/rumus, dan mengerjakan ujian. Buku-buku kuliah/textbook semakin jauh dari peserta didik.

Akibat peserta didik jauh dari buku-buku kuliah ini adalah lemahnya kemampuan mereka terhadap pemahaman konsep-konsep. Disamping itu jam terbang membaca mereka yang kurang, dapat berdampak “sistemik” terhadap kemampuan berdiskusi dan kemampuan menulisnya. Hal ini tercermin dari kualitas tulisan laporan tugas akhir peserta didik. Kiprah tim ITS di pimnas yang fantastik dengan karya dan presentasinya dapat kandas akibat proposal dan laporan akhir yang kurang memadai. Lemahnya kemampuan tulis ini jelas karena jam terbang membaca yang sangat kurang.

Kemampuan membaca memang tidak terlepas dari budaya membaca yang masih kurang di negeri ini. Tugas kita bersama untuk menumbuh kembangkan budaya membaca ini. Mungkin, kita dapat terapkan gerakan membaca, menyediakan berbagai macam buku, mengadakan pelatihan teknik membaca cepat, bedah buku dan sebagainya. Terhadap pembelajaran di kelas, Bapak/Ibu dosen diharapkan mampu memotivasi peserta didik untuk membaca buku-buku dan diharapkan dapat menyediakan bahan ajar. Alangkah baiknya bila kita bersama peserta didik mampu meng-khatam-kan berbagai buku seperti buku Fisika Dasar oleh Haliday, Resnick & Walker, buku Matematika Teknik oleh Kreyszig, atau buku-buku lainnya.

Leave a comment

ALAMAT

Gedung E
Jurusan Teknik Fisika
Fakultas Teknologi Industri (FTI)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Surabaya 60111
Jawa Timur
Indonesia